Copyright Text

Stop hanya copy paste, baca-telaah-sadur-dan cantumkan URL.

The content is under copyright, so please attach the URL to your references, stop copy and paste right now.

Thank you.

Tuesday, September 11, 2012

"makan untuk hidup atau hidup untuk makan ?"

Assalamualaikum wr.wb.

Apakah ada yang tahu apa itu walang sangit ? #paling baunya sangit. hehe.. Benar sekali bahwa walang sangit merupakan salah satu serangga yang bau. Walang sangit merupakan serangga yang sangat menyukai tanaman - tanaman dari jenis rerumputan, misalnya Panicum spp; Andropogon sorgum; Digitaria consanguinaria; Eleusine coracoma; Setaria italica; Cyperus polystachys, Paspalum spp;dan Pennisetum typhoideum.
Koleksi pribadi (reno, 2011)
Menurut anda apakah hewan yang satu ini merupakan hama ? Saat ini walang sangit menjadi salah satu musuh bagi petani, hal ini dikarenakan walang sangit menghisap bulir padi sehingga bulir padi tidak dapat berkembang. Untuk fase dewasanya serangga ini akan meletakkan telurnya pada bagian atas daun. Untuk tanaman padi serangga ini sangat menyukai bagian daun bendera. Mau tahu bagaimana bentuk telurnya ?  Telurnya berbentuk oval dan pipih berwarna coklat kehitaman. Sang induk bisa menghasilkan telur hingga 200 butir. #wawww, banyak ya ? gimana kalo netes semua ya ? :( #pasti banyak bangeet..
Pada tau enggak ya ? kalo sebenernya walang sangit juga itu sejatinya sama seperti kita yang membutuhkan makan untuk mempertahankan hidup dan berkembang biak. Sejatinya bukan pada fase ketika walang sangit dewasa, malahan walang sangit menghisap bulir padi yang baru masak susu, ketika berada fase nimfa. Ada yang tahu bentuk nimfa ? #hehe...
<http://www.scribd.com/doc/91941368/PENDAHULUAN>
Sehingga dari sini kita dapat melihat bahwa jika melihat secara perikehewanan :) bahwa mereka sejatinya memerlukan makan untuk berkembangbiak dan tumbuh. Sehingga secara konsep IPM bahwa tidak harus kita membunuh walangsangit secara membabibuta karena kita juga harus mempertimbangkan masalah ekosistem lingkungan. 

Wassalamualaikum wr.wb.

No comments:

Post a Comment