Copyright Text

Stop hanya copy paste, baca-telaah-sadur-dan cantumkan URL.

The content is under copyright, so please attach the URL to your references, stop copy and paste right now.

Thank you.
Showing posts with label Malang. Show all posts
Showing posts with label Malang. Show all posts

Friday, May 23, 2014

ECO GREEN PARK

Both of us
Sesuai dengan namanya ECO GREEN PARK yakni taman yang hijau dengan memperhatikan sistem ekologi lingkungan. Suatu ide dengan gagasan yang cukup cemerlang mampu mengkombinasikan antara cinta lingkungan dengan sistem edukasi yang mendidik bagi masyarakat. Dalam ECO GREEN PARK ini kita dapat melihat fauna yang dijaga dengan baik. Selain itu juga kita dapat melihat berbagai jenis burung. Mau lihat burung elang ? ada, elang hitam ? elang jawa ? bahkan elang yang ada di luar negeri pun ada disini. Kalau menurut aku sih, disini untuk spesialis macem-macem burung sungguh kaya sekali.
Hampir semuanya ada disini. Mau foto sama burung elang ? bisa, hehe pokoknya menyenangkan sekali bisa berkunjung ke tempat ini. Selain itu juga banyak sisi-sisi edukasi yang dapat menambah pengetahuan kita. Diantaranya adalah museum kupu-kupu. Disini dikumpulkan spesimen kupu-kupu yang ada di Indonesia dibingkai rapi dan tertulis deskripsi dengan jelas. Oiya satu lagi, kita disini akan diajarkan untuk tidak menebang pohon. Jadi waktu itu aku diajak muter naik mobil yang dilengkapi dengan senapan dengan sistem digital yang mana kita harus menembak tepat pada sasaran. Sasarannya adalah penebang pohon yang liar, dan orang jahat. Cukup seru dan asyik bangeet. Jadi ente-ente enggak bakal rugi kesini, *khusus yang suka ilmu pengetahuan, hahaa.
Didalam kandang kesepian.
Berpasangan
Melirik

Indahnya kebersamaan
   
Bermain dengan elang



Mainan dengan elang yang lain

Wenny dengan burungnya

Tuesday, October 8, 2013

Bakso Malang

Tidak seperti judulnya, Bakso Malang, bakso yang satu ini bukan berarti bernasib malang. Bakso Malang merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang memang berasal dari daerah Malang, Jawa Timur. Siapa yang tidak kenal bakso Malang, bakso yang satu ini memang konon bakso yang paling enak. Memang sampai sekarang hampir bermunculan bakso Malang “KW” yang ada di berbagai daerah, di Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Pekanbaru, Lampung, Palembang, Makasar, Kalimantan, NTB, NTT, bahkan di Papua. Tapi kenyataannya memang rasanya tidak ada yang bisa mengalahkan dari tempat asal bakso itu, ya di Malang. Di kota ini tidak sedikit yang menjajakan bakso malang, bayangin aja, setiap  100 meter pasti ada yang jualan bakso Malang, dan anehnya orang kayak aku gini enggak bosen makan bakso Malang. Waktu kemarin jalan-jalan ke Malang, hampir sehari 2-3 kali makan bakso Malang, dan anehnya memang enggak bosen. Mungkin cita rasa yang khas, plus anget, udara yang sejuk cenderung dingin, memang sangat cocok menyantap bakso. Heheee. Kalau dibandingkan bakso Malang yang asli jauh rasanya, bakso uratnya, plus pangsit basah, dan bakso urat gorengnya enggak bisa ditahan lagi, mak nyosss. Jadi temen-temen kalo ke Malang jangan lewatkan untuk makan bakso Malang, dijamin puaasssssssss. Hehe....

warna bakso sebelum dikasih saos dan kecap...:)

Thursday, September 26, 2013

Pos Ketan Legenda – 1967

Sudah pernah makan ketan ? yah, kalau sekedar ketan, mungkin kita sering lah ya, makannya. Entah dalam bentuk olahan apa. Cuma yang satu ini memang ketan yang melegenda. Pos Ketan Legenda 1967 memang tempatnya pencinta ketan. Wisata kuliner yang satu ini berada di Kawasan Wisata Batu Malang (KWB). 
Untuk masalah pelanggan sudah jangan ditanya, mulai dari pukul 4 waktu setempat, para pelanggan sudah siap mengantri demi sepiring ketan, bahkan ada yang nambah sampai 4 piring. Hehee. Emang sih porsi nya sedikit, tapi cita rasanya dan momennya, hmm, tak terlupakan. Konon pos ketan ini sudah ada sejak 56 tahun yang lalu. Resep serta rasanya tidak berubah. Untuk sepiring ketan original dibanderol dengan harga 3 ribu rupiah, ditemani secangkir teh hangat maka sensasinya akan terasa tambah nikmat. Berbagai varian rasa dari ketan telah dikembangkan disini, mau ketan keju ? ada, mau ketan tape ? ada, macem-macem pokoknya. Hehe.. yang terpenting adalah anda harus rela antri, antri demi sepiring ketan. Jadi kalau kalian ke Malang, jangan lewatkan yang satu ini. Dijamin enggak rugi..

Alun-alun di Batu


Tempat ini bisa dikatakan sebagai tempat yang paling cocok dan pas untuk menghabisakan malam bersama orang-orang tersayang, mau itu ayah, ibu, kakak, adik. Karena di alun-alun ini lengkap dengan segalanya. Mau kuliner ? ada. Mau permainan ? ada. Mau tempat nongkrong ? ada. Mau ngerokok di taman ? sudah disediakan juga di tempat khusus perokok. Bisa dibilang lengkap. Ditambah ada pemandu yang memandu para pengunjung alun-alun. Bahkan tak segan-segan mengingatkan para pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan alun-alun demi kenyamanan bersama. Paling ekstrim yang pernah aku denger sendiri sih, waktu ada orang yang ngerokok di taman jelas akan ketahuan petugas pemantau, seketika itu langsung aja, orang yang bersangkutan diteriaki lewat TOA, plus disebutin ciri-ciri orang tersebut. Kebayang enggak kira-kira gimana ? hahaa.. malu kali ya. Hehe.
Selamat datang di kota wisata Batu *dulunya lokasi pasar tradisional

Memang paling enak ke alun-alun waktu sore setelah solat ashar. Asharan di masjid An-Nur yang cukup nyaman, berada tepat di depan alun-alun. Kalau boleh mendeskripsikan tentang masjid ini, adalah masjid yang cukup ramai dengan jemaahnya. Teratur, rapi dan sangat disiplin. Bahkan ada petugas sendiri yang mengarahkan para jemaaah dari luar kota yang hendak menjalankan ibadah di masjid tersebut. Biasanya mereka berkostum hijau muda lengkap dengan kopiahnya. 
gaya orang india ya ? hehe

Well, sekarang kembal ke cerita awal, alun-alun, hehe. Kalau di alun-alun ini cukup tersedia banyak tempat untuk yang suka hunting. Biasanya sih paling banyak yang foto disini. Bagaimana tidak, secara, lingkungannya bersih, pemandangannya bagus. So, jangan kaget kalau berkunjung ke alun-alun banyak jepret sana jepret sini.

beli bakso bakar ya ?

itu yang dipegang wenny 100% aci, haha. *maap kalo foto agak alay
Satu yang mungkin tidak bisa aku lupakan adalah saat menjajal bianglala. Memang kita sangat murah bayarnya, hanya sekitar 6 ribu rupiah. Akan tetapi sensasinya, hmm, jangan ditanya, mantap. Untuk orang yang tidak phobia ketinggian, sungguh sangat indah bisa menikmati indahnya lampu yang ada di kota Malang dan sekitarnya, alangkah indahnya. Bisa menikmati apalagi bersama orang yang terkasih dan tersayang. Tapi lain ceritanya kalau yang naik ke bianglala adalah orang yang phobia ketinggian. Pasti rasanya deg-degan. Rasanya pingin jatuh aja, rasanya pintu mau kebuka aja, rasanya terpaan angin bisa menggoyangkan bianglalanya, yang lebih saya sarankan jangan naik bianglala ini setelah anda menonton film final destination, ampunnnn cak, bakal ngebayangin yang aneh-aneh loh. Haha. Ngomong-ngomong masalah phobia ketinggian, saya orangnya. Jadi waktu nyobain bianglala itu agak nyesel, “kenapa nyoba, mending engak usah deh”.hhuuuu

Mungkin cukup sekian sedikit cerita tentang alun-alun di Kota Batu, memang sangat mengesankan, penuh hiburan, penuh keceriaan, dan yang satu lagi adalah penuh dengan jajanan pinggiran yang akan aku ulas dan bahas besok-besok ya. Thanks..